Paskah
12 - 18 April, Sabtu – Jumat
13 April, Minggu
19 April, Sabtu

Sejarah dan Makna
Menurut tradisi Yahudi, Paskah merujuk pada peristiwa ketika Tuhan membebaskan bangsa Israel dari Mesir dengan mengirimkan sepuluh tulah kepada orang Mesir. Tulah terakhir adalah kematian anak sulung, tetapi anak-anak Israel selamat karena mereka menandai pintu rumah mereka dengan darah domba, sehingga Tuhan "melewati" rumah mereka—itulah asal nama "Passover" yang berarti "melewati."
Perayaan dan Tradisi
Hari raya ini berlangsung selama tujuh atau delapan hari (tergantung pada tradisi Yahudi yang diikuti). Berikut beberapa tradisi utama dalam perayaan Paskah:
Seder Paskah: Seder adalah makan malam ritual yang berlangsung pada malam pertama (dan malam kedua dalam beberapa komunitas). Selama Seder, keluarga mengonsumsi makanan khusus dan membaca Haggadah, sebuah buku yang menceritakan kisah pembebasan Israel.
Matzah: Selama Paskah, umat Yahudi menghindari makanan beragi dan sebagai gantinya makan matzah, roti tidak beragi yang melambangkan roti tergesa-gesa yang dimakan oleh bangsa Israel saat meninggalkan Mesir.
Makanan Kosher untuk Paskah: Selain menghindari roti beragi, banyak umat Yahudi juga menghindari makanan tertentu seperti gandum, jelai, dan produk yang dapat mengalami fermentasi.
Pembersihan Rumah: Sebelum Paskah dimulai, keluarga Yahudi membersihkan rumah mereka untuk memastikan tidak ada sisa makanan beragi (chametz).
Makna Modern
Selain sebagai perayaan keagamaan, Paskah juga menjadi waktu refleksi tentang kebebasan, ketahanan, dan perlawanan terhadap penindasan. Banyak umat Yahudi menjadikan Paskah sebagai momen untuk mengingat perjuangan melawan ketidakadilan di dunia saat ini.
Hari raya ini dirayakan oleh berbagai komunitas Yahudi di seluruh dunia, dan meskipun setiap kelompok memiliki variasi tradisi masing-masing, semangat kebebasan dan perayaan tetap menjadi inti dari Paskah.