Hari hitam

14 April, Senin

Hari hitam
© ShutterStock
Hari Hitam di Korea Selatan dirayakan pada 14 April dan merupakan bagian dari tradisi budaya Korea yang terkait dengan acara-acara romantis. Hari ini ditujukan bagi mereka yang tidak merayakan Hari Valentine (14 Februari) dan Hari Putih (14 Maret). Hari Hitam menjadi semacam "lawannya" perayaan-perayaan tersebut dan melambangkan penerimaan kesendirian, serta mendukung mereka yang tidak memiliki pasangan atau tidak menerima hadiah pada perayaan-perayaan sebelumnya.

Asal Usul Hari Hitam
Hari Hitam muncul di Korea Selatan pada tahun 1990-an sebagai reaksi budaya terhadap komersialisasi perayaan yang terkait dengan cinta dan romantisme. Sementara Hari Valentine dan Hari Putih lebih ditujukan bagi mereka yang sedang menjalin hubungan, Hari Hitam dirancang sebagai hari bagi mereka yang tidak merayakan acara-acara tersebut, serta sebagai cara untuk mengatasi perasaan kesendirian. Pada hari ini, biasa bagi orang-orang untuk berkumpul dengan teman-teman, terutama mereka yang juga tidak memiliki pasangan, dan menghabiskan waktu bersama di kafe atau restoran.

Tradisi dan Acara di Hari Hitam
1. Warna hitam dan mie hitam: Salah satu tradisi Hari Hitam adalah warna simbolis — hitam. Orang-orang sering mengenakan pakaian atau aksesori hitam untuk merayakan hari ini. Ada juga tradisi makan mie hitam (jajce), hidangan populer di Korea Selatan. Mie ini dianggap sebagai simbol kesendirian dan penerimaan terhadap situasi yang ada.

2. Pertemuan dan pesta: Pada hari ini, banyak orang berkumpul di kafe atau restoran untuk merayakan hari itu bersama teman-teman. Ini memungkinkan mereka untuk berbagi perasaan kesendirian dengan orang lain dan saling mendukung.

3. Percakapan dan berbagi pengalaman: Hari Hitam juga bisa menjadi hari di mana orang-orang membicarakan perasaan kesendirian mereka atau pencarian pasangan, serta berbagi cerita dan pengalaman.

Makna Hari Hitam
Hari Hitam memainkan peran penting dalam budaya Korea Selatan karena membantu orang yang merasa kesepian untuk merasa lebih didukung dan tidak terlalu terisolasi. Ini adalah hari yang menekankan sosialiasi dan dukungan satu sama lain, serta penerimaan terhadap situasi pribadi. Pada akhirnya, Hari Hitam mengingatkan kita bahwa cinta dan hubungan bukan satu-satunya aspek penting dalam hidup, dan bahwa penting untuk saling mendukung di saat-saat kesendirian.

Hari Hitam juga telah menjadi simbol pentingnya menjaga hubungan tidak hanya romantis, tetapi juga persahabatan. Ini adalah hari di mana kesendirian tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang negatif, melainkan menjadi kesempatan bagi orang-orang untuk berkumpul dan menghabiskan waktu dengan mereka yang juga mengalami pengalaman yang sama.
Hari hitam – hari tersisa: 10. Buat Hitung Mundur ke Acara

Hari hitam di tahun-tahun lainnya

Situs ini menggunakan cookies. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan kebijakan kami terkait penggunaan cookie.