Hari sedotan nasional
3 Januari, Sabtu
Perayaan ini bermula dari pengakuan terhadap Marvin C. Stone, yang pada tahun 1888 menerima paten untuk sedotan kertas pertama. Sebelumnya, orang-orang menggunakan sedotan alami seperti batang rumput gandum, namun Stone menciptakan versi yang lebih higienis dan tahan lama. Sejak saat itu, sedotan mengalami berbagai inovasi, dari plastik hingga bahan ramah lingkungan seperti bambu, logam, dan silikon.
Pada Hari Sedotan Nasional, banyak orang dan organisasi menggunakan kesempatan ini untuk:
* Mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan perkembangan sedotan.
* Mempromosikan penggunaan sedotan yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan biodegradable.
* Mengadakan kampanye pengurangan penggunaan sedotan plastik sekali pakai.
* Mengadakan lomba desain sedotan kreatif atau inovatif.
* Menyajikan minuman dengan sedotan unik di restoran dan kafe sebagai bentuk partisipasi.
Hari ini juga menjadi ajang bagi aktivis lingkungan untuk menyoroti dampak negatif sedotan plastik terhadap ekosistem laut dan mendorong perubahan perilaku konsumen. Beberapa komunitas bahkan menjadikan Hari Sedotan Nasional sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mengurangi sampah plastik secara keseluruhan.
Meskipun terdengar ringan dan menyenangkan, Hari Sedotan Nasional memiliki makna yang lebih dalam dalam konteks keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan. Ini adalah contoh bagaimana perayaan kecil dapat menjadi sarana untuk perubahan besar dalam kebiasaan masyarakat.